Right Button

test banner Selamat Datang di Website Redaksi Kabar Militer

Siswa SD Hang Tuah 3 Surabaya Terima Sosialisasi Dinamika Remaja

Surabaya, (17/03) | Siswa SD Hang Tuah 3 Ujung Surabaya  melalui Kasatdiknya Lathifatul Qolbi, S.Pd. M.Pd  memprakarsai “Sosialisasi Dinamika Remaja”  Sebagai narasumber tunggal  Sri Hariani Murti, S.Pd dari  (DP3APPKB)  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak Serta Pengendalian  Penduduk dan Keluarga Berencan, (16/03/23) yang berlangsung di Ruang Serbaguna SD Hang Tuah 3 Surabaya.

 Kasatdik SD Hang Tuah 3 Surabaya  Lathifatul Qolbi, S.Pd. M.Pd   mengawali perjumpaan ini dengan pesan kepada siswanya bahwa :    “Sebagai anak pra remaja hati-hatilah dengan lingkungan sekitar kalian,  karena yang mewarnai masa depanmu adalah lingkungan yang membentukmu, bertemannlah dengan orang yang baik baik, tontonlah yang  baik baik, dengarlah yang baik baik seusiamu agar kelak kalian jadi orang baik dan sukses” tuturnya.

Kesiapan pelaksanaan kegiatan ini sehari sebelumnya telah dilaporkan kepada Ketua Pengurus Cabang Surabaya Yayasan Hang Tuah  Kolonel Laut (KH) Suryanto Hadiwidodo, S.Si., M.Pd., CTMP., CHRMP,  karena sekolah ini bernaung di bawah Cabang Surabaya Yayasan Hang Tuah.

Penyuluhan  Reproduksi pria wanita oleh narasumber  di sampaikan secara detail kepada siswa kelas 4, 5 dan 6 yang berjumlah 75 yang di dampingi seluruh guru.  Materi yang disampaikan kepada remaja  yang masih berusia 10 – 24 tahun. Pada masa tersebut merupakan masa dimana remaja memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi pada berbagai hal salah satunya dengan perkembangan sistem reproduksi yang dimiliki. Seks bebas dan pernikahan dini bisa disebabkan oleh hal tersebut. Seorang remaja yang tidak memahami kesehatan reporduksinya dan belajar dari sumber yang tidak tepat maka akan ada kemungkinan penyimpangan. Faktor lain yang dapat menyebabkan seks bebas dan pernikahan dini antara lain faktor keluarga, ilmu, kasih saying dan  ekonomi.

Dampak dari seks bebas dan pernikahan dini itu berbahaya terutama pada kesehatan. Maka dari itu BKKBN menyarankan usia ideal untuk menikah yakni 25 bagi laki-laki dan 21 bagi perempuan. Selain itu untuk mencegah pernikahan dini yang semakin merebak perlu dilakukan berbagai upaya seperti memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang jelas, membangun lingkungan belajar/bermain yang positif, melakukan kegiatan positif.

Disamping penyuluhan tentang organ reproduksi wanita & pria di sampaikan juga   pengaruh penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Karena tidak bisa di pungkiri lagi saat ini gadget/ handphone  sudah menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari, semua lapisan masyarakat mulai dari usia dini hingga orang tua  lanjut usia (lansia) membtuhkan alat tersebut.  

Secara umum gadget bisa didefinisikan sebagai perangkat elektronik dengan model penggunaan yang praktis dan memiliki fungsi khusus. Fungsinya bisa sebagai media mempermudah pekerjaan, alat komunikasi ataupun sebagai media hiburan dan lain sebagainya boleh di bilang hampir sama dengan Handphone.

Segi positif penggunaan gadget/hp bisa untuk pesan makanan, belanja,  pendidikan, memudahkan mencari informasi, belajar bahasa inggris, dll. Sementra segi negatifnya adalah  Game online ML,Free fire, dll.

Disampaikan juga kepada siswa tentang cara  menghidari kecanduan hp adalah dengan bermain bersama teman, belajar, sholat, mengaji, batasi waktu penggunaan hp dan kembangkan hobby serta menghindari kontak dengan orang asing, jangan mau dititipi barang oleh orang asing, jangan mau disuruh mengantarkan barang dan jangan mau di ajak kemanapun oleh orang yg tidak dikenal(yht/dar).

Posting Komentar

0 Komentar